About

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Sabtu, 11 Januari 2014

JANGANLAH BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH, Rumah Yatim

Saat kau merasa masalahmu semakin rumit dan sulit,
Allah selalu ada di sisimu.Saat kau merasa menyesal
atas keputusan yang telah kau ambil,
Allah akan ada di sampingmu.

Saat kau merasa tak ingin melanjutkan hidupmu,
saat kau mulai tidak percaya terhadap kemampuanmu, saat kau mulai frustasi, saat kau tak ingin melakukan apa pun,saat kau mengalami kegagalan demi kegagalan, saat kau pulang dengantangan kosong dari suatu urusan,
saat kau tak mendapatkan apa yang diharapkan.

Allah akan berada di pihakmu
Allah selalu ada bersamamu
Dia tak pernah meninggalkanmu.

Kaulah yang mungkin pernah meninggalkan nya.

Ingatlah, jangan pernah menyerah sedetik pun
Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya
Berbaik sangkalah kepada-Nya
Berharaplah hanya kepada-Nya.

Yakinlah, Dia akan memberi jalan keluar atas
semua masalahmu.

Percayalah, Dia akan memberi ketetapan
terbaik atas hidupmu Kau hanya perlu
berikhtiar, diiringi doa tanpa lelah,
lalu disempurnakan dengan bertawakal dan
bersabar Sungguh, Dia tak pernah
mengabaikanmu

Mulai sekarang, berjanjilah kau akan mendekati-Nya

Mulai sekarang, berjanjilah kau akan membuang
semua prasangka burukmu.

Mulai sekarang, berjanjilah kau tidak akan pernah
berputus asa lagi .

" Ya Allah tanamkan di hati kami
kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami
dengan kenikmatan ibadah dan kemuliaan
akhlak, serta selamatkan kami dari semua fitnah
dan keinginan maksiat."

Aamiin.

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10152102372357008.1073741846.54017882007&type=1

-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://rumahyatim.info/
------------------------------------

Sabtu, 04 Januari 2014

ARTI SEBUAH TOGA, Rumah Yatim

Sahabat, kadang kita merasa begitu bangga terhadap sebuah Prestasi atau kesuksesan yang menjadi impian kita, salahkah ? Oh tidak, tapi jika kita berhenti pada kebanggan dan hasil yang telah kita capai itu, maka sebenarnya kita telah menanam KERENDAHAN dalam diri kita, kok gitu sih ?

Ya, segala bentuk prestasi dan kesuksesan yang tidak kita maksimalkan untuk tujuan memuliakan Islam dan Kaum Muslimin adalah DUNIA, Dunia itu memiliki makna BENAR-BENAR RENDAH.

Lawan dari kata Rendah adalah TINGGI atau disebut dengan ISLAM = ya'lu wala yu'la 'alaih = Tinggi yang tak tertandingi ketinggiannya.

Maka segala upaya dalam rangka memuliakan Islam dan Kaum Muslimin adalah KETINGGIAN yang tak tertandingi.

Jadi jangan pernah berbangga dulu atas prestasi dan kesuksesan yang telah kita raih, sebelum kita bertanya kepada diri kita "UNTUK APA SEMUA ITU ?"

---------
Laila tidak pernah mengenal kuttab desa (Sekolah Agama/Madrasah Diniyah) seperti kebanyakan anak-anak. Karena ia adalah anak seorang tuan besar. Ayahnya menganggapnya sebagai ”primadona” rumah mereka. Ia biasa memandang ke arah desa dan anak-anak di sana dari sebuah “menara gading”. Ia telah membuat sebuah pembatas psikologis yang menakutkan dengan anak-anak itu. Pagar istananya yang tinggi itu menggambarkan kesombongan para penghuninya.

Ayah Laila menyewakan seorang guru bahasa asing untuk Laila. Sedangkan soal pakaian, maka pakaiannya khusus didatangkan dari Pierre Cardin dan Cristian Dior. Lalu Sekolah Saint George adalah tempat belajar pertamanya.

Laila tumbuh semakin dewasa. Ia benar-benar telah terwarnai dan dipenuhi dengan kekaguman pada peradaban Barat. Dan ketika ia mendapatkan beasiswa dari kampus untuk berangkat ke Sorbonne, judul tesis yang ia pilih adalah Urgensi Pemikiran Barat dalam Membangun Peradaban Manusia”!!! Dan ia berhasil menyelesaikannya.

Selama empat tahun di Sorbonne, ia berhasil menyelesaikan tesisnya. Tidak terbayangkan, betapa sering ia bermimpi memasuki acara wisuda kelulusannya, toga wisuda dan foto kenang-kenangannya. Ah, kini tiba waktunya untuk membeli pakaian dan toga wisuda untuk momen terpenting di sepanjang sejarah studinya.

Ia turun ke jalan-jalan Kota Paris untuk membeli pakaian dan toga wisudanya. Dan saat ia berjalan pulang, ia singgah menemui sahabatnya, Anne, agar ikut serta merasakan kegembiraannya. Entah mengapa, Anne tiba-tiba bertanya padanya; “Apakah engkau tahu, wahai Lailah, kisah asal-muasal toga ini?”

“Tidak. Aku tidak pernah bertanya pada diriku sendiri sekalipun tentang itu. Yang aku tahu adalah bahwa ini merupakan salah satu budaya Barat.,”jawab Laila.

“Tidak, Laila. Dahulu universitas-universitas Andalusia yang muslim pernah menjadi pusat-pusat ilmu dan peradaban di Barat. Para lulusannya -yang merupakan orang-orang Barat dengan bangga mengenakan jubah Arab yang mirip dengan pakajan wisuda ini, agar mereka bisa dibedakan dan dianggap sebagai bagian dari kalangan istimewa di tengah masyarakat Eropa dengan ilmu dan peradaban yang telah mereka pelajari dari para sarjana-sarjana Muslim. Hingga akhirnya pakaian itu kemudian menjadi budaya Barat,” papar Anne.

Jawaban itu seperti sebuah hantaman keras bagi Laila! Yah, dia yang telah menghabiskan hidupnya sejak kecil dalam pelukan sekolah-sekolah berpemikiran Barat mulai “Saint George” hingga “Sorbonne”.

Laila mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata: Jadi dari kami semuanya berasal??! Kamilah yang menjadi pondasi peradaban manusia??!

Ia teringat pada kata-kata neneknya: “Wahai anakku, kepribadian Islam itu adalah kepribadian yang lurus.”

Laila kembali dari Sorbonne dengan membawa ijazah magisternya. Namun hatinya sesak mengingat kekuasaan Andalusia yang hilang. Sesak karena telah melewati tahun-tahun yang panjang untuk meneliti tentang urgensi pemikiran Barat.

Laila akhirnya kembali tapi dengan pemikiran yang baru, dan sebuah misi baru. Misi itu adalah bagaimana mengajari mahasiswi-mahasiswinya di Universitas tentang urgensi pemikiran Islam dalam membangun peradaban kemanusiaan dan bagaimana menghindarkan anak-anak kita dari sisi-sisi negatif yang selama ini kita terjatuh di dalamnya.

Laila akhirnya kembali dan ia tidak lagi pernah memandang kuttab-kuttab itu dari menara gadingnya. Ia kini memandangnya dengan pandangan penuh penghormatan dan penghargaan.

Hari-hari berlalu. Laila kini telah menikah. Dan ia akhirnya mengirim anak-anaknya belajar di kuttab itu, agar mereka kelak dapat mengembalikan kejayaan nenek moyang mereka.
-----------------
Saat ini juga mari kita terlibat aktif dalam segala upaya memuliakan Islam dan Kaum Muslimin bersama Rumah Yatim Indonesia dalam berbagai Program Amal Sholeh di :

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10152102372357008.1073741846.54017882007&type=1

By : MOTIVATOR IDEOLOGIS,
JALUR CURHAT TANPA BATAS
PIN BB : 75AEDD52
WhatsApp : 08788 555 4556
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.blogspot.com/
------------------------------------

Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
054 0766 100 Cabang Tasikmalaya atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MANDIRI :
131 0010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MUAMALAT:
151 001 9138 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 61 948 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :
0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :
65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :
01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :
001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

Sabtu, 14 Desember 2013

Raja Midas, Rumah Yatim

Tersebutlah Raja Midas dari Yunani yang tak pernah puas dengan kekayaan yang dimilikinya. Dia belum merasa cukup memiliki istana megah yang di dalamnya berjejeran gudang-gudang harta. Raja yang satu ini punya hobi mengoleksi segala sesuatu yang mengandung unsur emas. Tidurnya tak pernah pulas karena terus memikirkan cara cepat untuk menambah koleksi emas-emasnya.

Sebagai raja, Midas harusnya memikirkan cara menyejahterakan rakyat. Tetapi yang ada dalam pikirannya hanyalah cara mendapatkan emas banyak dalam sekejap. Midas melihat bagaimana tumbuhan dapat menghasilkan buah-buahan dan binatang ternak berkembang biak hingga banyak. Dia membayangkan alangkah indahnya bila emas juga dapat berlipat jumlahnya tanpa bersusah payah menambangnya.

Dia pun membayangkan betapa megahnya jika seluruh istananya bersepuh emas, kalau perlu pohon, bunga, dan sungai di depan istana juga mengalirkan emas. Impian gila itu menerbitkan ide di benaknya. “Itu dapat terwujud jika tanganku sakti,” kata Raja Midas.

Sama dengan orang Yunani lainnya, Raja Midas juga menyembah dewa. “Wahai dewa-dewa, berilah kesaktian kepada tanganku sehingga apa pun yang disentuhnya berubah menjadi emas,” mohon Raja Midas.

Dewa-dewa pun mengabulkan permintaan itu, dalam sekejap tangan Midas menjadi tangan paling ajaib sedunia. Untuk mencobanya, dia memegang kursi tempatnya bertahta yang dalam sekejap langsung menjadi emas. Midas langsung terpekik, “Hore... hore, ha ha ha.....kini dunia akan aku kuasai.....!”

Tapi dia masih ragu dan ingin mencobanya pada benda yang lain. Dipegangnyalah pilar istana dan langsung berubah menjadi emas kemilau. Dia pun memegang tirai jendela yang lagi-lagi berubah menjadi emas.

“Tak diragukan lagi, tanganku memang sakti, segala yang disentuhnya berubah menjadi emas!” jeritnya kegirangan.

Hari itu penghuni istana gempar melihat ulah rajanya yang berlarian ke sana ke mari dan menyentuh semua yang dilihatnya; bunga, pohon, kolam, kursi, tombak, pedang, meja, saputangan, dinding, atap, kereta istana, lampu, patung, semuanya. Dan yang paling menggemparkan, semua yang tersentuh tangan Raja Midas langsung menjadi emas.

Para pengawal istana pun khawatir, “Wah, akan sangat repot menjaga istana yang segalanya terbuat dan emas.”

Raja Midas tidak peduli, bahkan dia melewatkan jadwal tidur siangnya dan mengabaikan rasa lapar dan hausnya. Dia khawatir kesaktiannya menghilang. Karena itu, sebisa mungkin dia menyentuh semua yang ada di depan matanya. Bukan hanya kandang kuda, tahi kuda pun dipegangnya agar menjadi emas. Akibat kelelahan, Raja Midas terlelap semalaman.

Esok paginya Raja Midas terbangun. “Pelayan! Aku lapar. Siapkan makanan!” serunya. Dengan segera permintaan raja dibawakan.

Saat menyentuh piring, Midas sangat kaget karena piring itu berubah menjadi emas. “Aha! Kesaktianku belum hilang!” serunya gembira.

Lalu dia mengambil buah apel, yang juga langsung berubah menjadi emas. “Hore! Kesaktian tanganku abadi, tidak akan hilang dariku!” Dia mulai mengkhayal untuk menyentuh seluruh barang yang ada di kerajaannya, termasuk rumah-rumah penduduk.

Celakanya, semua makanan yang dihidangkan selalu menjadi emas saat tersentuh tangannya. Raja Midas terpaksa menahan lapar. Dia bingung bagaimana cara makan tanpa tangan, apakah seperti ayam saja yang cukup mematuk?

Sejenak kerisauannya sirna karena anak-anak dan istrinya menghambur ke dalam pelukan. Raja Midas pun spontan memeluk keluarganya sepenuh cinta. Dan dalam sekejap anak-anak dan istrinya berubah menjadi patung emas berkilauan.

“Tidaaaaak!!” jerit Midas.

Para pelayan dan pengawal pun lari meninggalkan istana. Mereka takut tersentuh Raja karena akan menjadi patung emas. Bahkan rakyat pun menjauhinya. Mereka lebih suka menjadi manusia yang hidup seadanya, biarlah tidak punya emas. Akibatnya Raja Midas ditinggal sendirian, kesepian, dan kelaparan.

Dengan menangis tersedu-sedu, Raja Midas memohon kepada para dewa untuk mencabut kesaktiannya. Dia berjanji tidak akan serakah lagi. Emas yang berlimpah telah menyengsarakannya, hingga dia kesepian dalam kesendirian. Beruntung dewa masih memberi kesempatan kedua, tangan Raja Midas kembali normal dan segala yang telah berubah menjadi emas kembali seperti sediakala.

Raja Midas akhirnya bahagia dengan apa yang sudah dimilikinya, bersama keluarga tercinta, para sahabat, dan rakyatnya. Dia tidak mau lagi mengejar harta karena tak ingin kehilangan kebahagiaan sejati bersama orang-orang tercinta.

Sahabat, Tragedi Raja Midas hanyalah dongeng yang sulit dibuktikan kebenarannya, tetapi dongeng tersebut mengandung pelajaran berharga betapa keserakahan hanya menghancurkan kebahagiaan.

Bahagia itu diantaranya mensyukuri kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai.

KEKAYAAN KITA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH HARTA, ILMU DAN ANAK YANG MAMPU MEMBERI MANFAAT KEPADA BANYAK ORANG

Jangan biarkan LELAH KITA MENCARI HARTA menjadi SIA-SIA, jadikan harta kita menjadi ABADI mendampingi kita dan menjadi PENOLONG kita di akhirat kelak, ikuti segera Program 'MEMBELI TANAH SORGA' di :

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10152102372357008.1073741846.54017882007&type=1

By : MOTIVATOR IDEOLOGIS,
JALUR CURHAT TANPA BATAS
PIN BB : 75AEDD52
WhatsApp : 08788 555 4556
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.blogspot.com/
------------------------------------

Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
054 0766 100 Cabang Tasikmalaya atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MANDIRI :
131 0010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MUAMALAT:
151 001 9138 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 61 948 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :
0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :
65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :
01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :
001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

Rabu, 20 November 2013

TELOR GOSONG, Rumah Yatim

Malam yang dingin disapu gerimis dan kabut tipis, membuatku mengigil kedinginan. Saya teringat dengan masakan ibu di malam itu dengan kondisi yang serupa.

Ibu yang bangun sejak pagi, tak kenal lelah bekerja keras sepanjang hari. Ia membereskan rumah seorang diri, hingga tiba jam makan malam pun ibu masih saja sibuk sendiri di dapur kecil kami.

Tepat jam tujuh malam ibu selesai lalu menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal kacang dan nasi. Sayangnya, karena sibuk mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong/hangus.

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak dapat berbuat apa. Minyak goreng pun sudah habis. Kami menunggu dengan tegang, apa reaksi ayah yang pulang kerja?

Sudah letih, kemudian melihat makan malamnya hanya dengan tempe dan telur hangus. Namun Masya Allah, sungguh luar biasa, Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan senyuman yang tak hilang dari pandangan.

Ayah bahkan berkata, “Bu terima kasih ya, masakannya sangat lezat, apalagi ditambah sambal kacang, bener-bener nikmat !”

Lalu ayah juga menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telor dan tempe yang hangus itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: “Sayang, aku suka telor dan tempe yang hangus.”

Sebelum tidur, saya menemui ayah dan bertanya, “Apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe hangus?”

Ayah memeluk saya dengan kedua lengannya erat sekali sambil berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah letih . Jadi, sepotong telor dan tempe yang hangus tidak akan menyakiti siapa pun, anakku. Kita harus menghargai kerja keras Ibu” .

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya, yakni :
“Belajar menerima kesalahan orang lain adalah kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat , harmonis, saling menyayangi & saling pengertian satu sama lain untuk membina Rumah tangga Yang Sakinah Mawaddah Warohmah, Insya Allah."

By : MOTIVATOR IDEOLOGIS,
JALUR CURHAT TANPA BATAS
PIN BB : 75AEDD52
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.blogspot.com/
------------------------------------
Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
054 0766 100 Cabang Tasikmalaya atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MANDIRI :
131 0010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MUAMALAT:
151 001 9138 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 61 948 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :
0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :
65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :
01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :
001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

Puisi Cinta Ahli Tajwid, Rumah Yatim

Kalo yang baca ini ngerti Ilmu Tajwid, pasti senyum-senyum bahkan mungkin ngakak dan langsung dipraktekin, kalo yang gak tau mungkin aneh kalie ya istilah-istilahnya, wis pokoke baca aja, gratis ini ya, he he he..........

Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang.

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Lazim ...
Paling panjang di antara yang lainnya...

Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro..
terpantul-pantul dengan keras.

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran.
Buanyaaakkk beneerrrrr.

Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,
cuma berdua, Lam dan Ro' .

Layaknya Waqaf Mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah
satunya, dia atau aku ?

Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain.
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

Sama halnya dgn Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.

By : MOTIVATOR IDEOLOGIS,
JALUR CURHAT TANPA BATAS
PIN BB : 75AEDD52
WHATSAPP : 087 88555 4556
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.blogspot.com/
------------------------------------
Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
054 0766 100 Cabang Tasikmalaya atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MANDIRI :
131 0010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank MUAMALAT:
151 001 9138 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 61 948 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :
0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :
65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :
01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :
001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556