About

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Rumah Yatim Indonesia

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH

Senin, 24 Juni 2013

JANGAN BIARKAN ORANGTUA KITA MENDERITA, RUMAH YATIM


Setiap malam jumat, seperti biasanya, Ubay bin Tzabit pergi ziarah ke makam. Ia menghaturkan doa kepada Allah untuk seluruh arwah manusia yang telah meninggal. Pada suatu hari, saat ia sedang tertidur, Ubay bermimpi seluruh penghuni kubur bangkit mengenakan pakaian yang sangat indah dan wajah yang cerah. Seolah sedang ada pesta, semua jenis makanan ada di tempat itu dan setiap orang disajikan jatah makanan yang lezat.

Semua terlihat bahagia, kecuali seorang lelaki tua. Pakaian lelaki tua itu kumal dan rambutnya tidak tertata rapi. Lelaki tua itu tidak berhenti menitikkan air mata, bahkan dia tidak mendapatkan jatah makanan sedikitpun. Ubay mendekati lelaki tua itu.

“Mengapa kau bersedih dan tidak bergembira seperti penduduk lainnya? Mengapa air matamu tidak berhenti mengalir dan pakaianmu tidak seindah mereka, bahkan kau tidak mendapatkan makanan seperti mereka? “ tanya Ubay penasaran.

“Aku adalah orang yang terasing. Tak ada yang mengingatku dengan doa”, jawab lelaki tua itu sambil terus menangis.

“Semua sahabatku di alam kubur ini memiliki anak dan keluarga yang senantiasa mendoakan mereka sepanjang waktu, membayar utang yang dimiliki semasa mereka hidup, dan bersedekah dengan ikhlas. Apa yang dilakukan anak dan keluarganya adalah amal baik yang akhirnya memberikan kebahagiaan pada mereka yang telah mati,” kata lelaki tua itu.

“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Ubay lagi.

“sebenarnya, aku memiliki anak dan istri, namun, mereka telah melupakanku karena kesibukan mereka. Mereka lupa berdoa untukku dan memberi sedekah untuk membahagiakanku, bahkan utangku dibiarkan begitu saja. Harta kekayaan yang kutinggalkan berlimpah, tetapi mereka telah dibutakan oleh harta. Aku sangat sedih.”

“Di manakah keluargamu berada?” tanya Ubay.

Lelaki itu menyebutkan sebuah tempat keluarganya tinggal. Ia juga menyebutkan nama dan ciri-ciri keluarganya.

“Jika mereka tak percaya padamu, katakan pada mereka di salah satu sudut rumahku ada sebuah peti yang berisi catatan utangku dan uang yang kusiapkan untuk membayarnya sebagian lagi untuk kusedehkahkan”

Ubay kemudian pergi mencari alamat keluarga lelaki tua itu. Beruntung, Ubay menemukan mereka. Namun, keluarga lelaki tua itu tidak percaya. Apalagi, ubay menceritakan pertemuannya dengan lelaki tua dalam mimpi.

“Wahai pemuda, apakah kau sudah gila?” tanya istri lelaki tua itu.

“Jika kau tidak percaya, tolong carikan peti berisi catatan utang dan uang yang ada di salah satu sudut rumah ini.”

Untuk membuktikan kebenaran itu, keluarga lelaki tua menggali setiap sudut rumah itu dan menemukan peti yang di maksud. Mereka menangis ketika membukanya. Sebuah surat berada diatasnya.

Wahai keluargaku,
Aku menyadari harta akan membutakan kalian. Itu sebabnya, aku menyimpan catatan dan uang ini jika sewaktu-waktu perkiraanku benar bahwa kalian tidak membayar utang-utangku semasa hidup. Kalian tidak perlu mengeluarkan sepeser harta yang kutinggalkan, walaupun kalian tahu berapa jumlah utangku. Kutinggalkan catatan dan uang pembayaran utang. Tolong, lunasi utangku pada yang berhak menerimanya. Adapun sisa uangnya, sedehkahkanlah. Aku akan bahagia jika kalian melakukan semua ini.

Keluarga itu menjadi sadar. Semua utang lelaki itu segera dilunasi. Sisanya disedehkahkan sesuai amanat lelaki tua. Bahkan, sebagian dari harta mereka diwakafkan untuk masjid. Sejak itu mereka selalu mendoakan lelaki tua itu dan beramal baik. Pada malam Jum’at berikutnya, Ubay kembali berziarah dan berdoa. Ia tertidur dan kembali bermimpi. Lelaki tua itu mendatanginya dengan pakaian yang sangat indah dan wajah yang cerah.

“Wahai Pemuda, saleh, semoga Allah membalas kebaikanmu.”
Sahabat, Amal kebaikan yang dilakukan keluarga yang telah meninggal akan memberikan dampak kebahagiaan bagi orang-orang yang meninggal dari keluarga tersebut.

Ada 3 Kekayaan kita yang selalu SETIA MENGIKUTI KITA, dan mampu MEMBANTU KESULITAN KITA : Harta yang kita sedekahkan, Ilmu yang memberi manfaat kepada banyak orang dan Anak yang berbakti, menjalankan amanah dan selalu mendoakan orangtua.

BY : MOTIVATOR IDEOLOGIS, WhatsApp 087885554556 = JALUR CURHAT TANPA BATAS
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
------------------------------------
Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
Cabang Tasikmalaya
054 0766 100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)
KCU. Kalimalang :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :

13 10010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

156.0003 296 409 Cab.Jatibening, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT:

0001.358.656 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

305.00116.15 Cab.Kalimalang, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 619 48 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :

0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :

65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :

01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :

001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

ULANG TAHUN, RUMAH YATIM

Afwan akh, sedikit saran/masukan.. ana muslim, dan ana tidak merayakan ulang tahun... merayakan ulang tahun tidak pernah diajarkan oleh Rosulullaah shalallaahu 'alayhi wasallam, apakah kita akan menyelisihi ajaran-Nya??
Na'udzubillaah....
Mohon maaf kalo saya salah, bukankah merayakan hari ulang tahun itu tradisi/budaya barat yg mayoritas non Islam? Apakah bσléh kita meniru tradisi mereka, apapun alasan kebaikan yg kita ungkapkan? Bukankan silatirahim ϑάπ muhasabah bisa kita lakukan kapan saja kita mau tanpa menunggu hάri ulang tahun?

Saran Modis :
Oh ya, anggap saja itu tradisi, jangan dianggap ibadah, anggap saja syukuran, atau dipakai aja sarana silaturrahim dan muhasabah.

Ya kita jangan niru persis mereka, ultah itu kan istilah aja, kalo di jawa namanya BANCAAN, memang betul silaturrahim dan muhasabah itu bisa kapan saja tapi untuk cari momentum ketemuan banyak orang dan keluarga itu butuh waktu khusus.

Gak semua orang barat itu jahat, dan gak semua yang datang dari barat itu jelek, contoh teknologi, kita harus jujur akui mereka lebih unggul karena mereka mengaplikasikan Ayat-ayat SAINS Al-Qur’an sedang kita belum maksimal.

jangan anti barat sikap seperti itu gak bagus, Allah memerintahkan kita LITA'ARAFU saling kenal dan saling memahami, kalo kita anti barat siapa yg mendakwahi mereka ? Semua manusia diseluruh penjuru bumi ini sama di sisi Allah, yang beda cuma satu : TAQWANYA

Ada yang mau menambah jawabannya ? Silahkan ......

By : Motivator Ideologis : WhatsApp 087885554556 = Jalur CURHAT TANPA BATAS
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

 Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
Cabang Tasikmalaya
054 0766 100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)
KCU. Kalimalang :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :

13 10010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

156.0003 296 409 Cab.Jatibening, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT:

0001.358.656 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

305.00116.15 Cab.Kalimalang, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 619 48 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :

0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :

65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :

01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :

001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

Senin, 20 Mei 2013

JANGAN LENGAH,Rumah Yatim

Ada seorang laki-laki dikenal karena kesalehan dan kebaikannya. Dia rajin melakukan ibadah, baik yang wajib maupun yang sunah. Dia juga penyayang kepada sesama dan suka memberi sedekah. Ketika dia mendapat kesulitan, dia dengan sabar menghadapinya. Dia juga orang yang suka mencari ilmu dan mempunyai sifat rendah hati. Semua orang mengenalnya karena kebaikan yang ada pada dirinya.

Namun, dia mempunyai kekurangan, yaitu kurang DISIPLIN WAKTU, dia hanya melakukan kebajikan dan amal saleh, apabila ia ingat melakukannya, namun Jika sedang sibuk memenuhi kebutuhan dirinya, ia lupa pada semua kebaikan-kebaikan yang suka dilakukanya. Ia juga sangat suka tidur. Tak jarang, kesukaannya tersebut membuatnya melewatkan ilmu yang saat itu datang padanya. Dengan tidurnya pula, banyak waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk beribadah dan beramal saleh menjadi terlewat begitu saja.

Mungkin kekurangannya itu hanya cacat kecil dibanding lautan kebaikan-kebaikan yang dia lakukan. Namun, rupanya Allah hendak memberikan pelajaran kepada dirinya. Pada saat dia sedang tertidur, dia bermimpi. Dalam mimpinya, dia mendapatkan dirinya sudah meninggal. Mengingat bahwa selama hidupnya ia melakukan banyak kebaikan, maka ia merasa tidak khawatir. Sudah terbayang di pelupuk matanya ia pasti akan masuk surga tingkatan yang tinggi. Namun, ketika ia sampai di depan pintu gerbang surga, langkahnya di tahan oleh malaikat penjaga surga,

Sang malaikat itu berkata, “Pintu surga ini hanya terbuka dalam waktu-waktu tertentu dan hanya sebentar saja. Jadi, kamu harus betul-betul memperhatikannya.”

Laki-laki itu lalu menunggu di depan pintu gerbang surga. Dia tetap merasa yakin bahwa ia akan masuk surga. Jadi, ia tidak terlalu perhatian terhadap ucapan malaikat penjaga surga. Ia hanya mondar-mandir saja di depan pintu gerbang surga itu. Ditunggu-tunggu dalam waktu yang cukup lama, pintu gerbang surga tidak terbuka juga. Dia mulai merasa bosan dan ia hanya duduk santai.

Pada saat lengah, kemudian tertidur, justru pad saat itulah pintu gerbang surga terbuka. Sungguh kasihan sekali. Begitu ia bangun, pintu surga sudah tertutup kembali dan entah kapan akan terbuka lagi.

Dengan perasaan menyesal dia berkata,”Seandainya aku tidak pernah menyia-nyiakan setiap kesempatan, tentu aku sudah ada di dalam surga sana.”

Dan memang, Allah memberikan kesempatan kepada dirinya. Si lelaki itu memang belum meninggal karena ia hanya bermimpi. Ketika terbangun, ia berjanji untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah dan amal saleh.

Beribadah dan berbuat kebajikan dilakukan bukan hanya karena kita menyukainya atau ketika kita sedang ingat. Tapi harus dilakukan baik dengan sukarela maupun terpaksa, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

BY : MOTIVATOR IDEOLOGIS
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
------------------------------------
Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
Cabang Tasikmalaya
054 0766 100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)
KCU. Kalimalang :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :

13 10010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

156.0003 296 409 Cab.Jatibening, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT:

0001.358.656 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

305.00116.15 Cab.Kalimalang, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 619 48 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :

0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :

65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :

01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :

001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

Rabu, 15 Mei 2013

JADI AYAH YANG TAAT IBADAH & SAYANG KELUARGA, Rumah Yatim


Kita teringat dengan Aisyah, isteri nabi yang paling di cintai sesudah khadijah. Ibnu ummar pernah datang kepadanya dan berkata, “Izinkan kami disini sejenak dan ceritakanlah kepada kami perkara paling mempersona dari semua yang pernah engkau saksikan pada diri nabi.”

Aisyah menarik nafas panjang. Kemudian dengan terisak menahan tangis, ia berangkat dengan suara lirih,” kana kullu amrihi ‘ajaba. Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.“

Masih dengan suara lirih, Aisyah bercerita, “Suatu malam ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah bersentuhan dengan kulitku, berkata, “ya Aisyah izinkan aku beribadah kepada tuhanku. ‘aku berkata, ‘Sesungguhnya aku senang merapat dengan mu, tetapi aku juga senang melihatmu beribadah kepada Tuhanmu. ‘ Beliau bangkit mengambil ghraba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis hingga air matanya membasahi. Janggut. Kemudian di bersujud dan menangis hingga lantai pun basah oleh air mata. Lalu ia berbaring dan menangis sehingga datanglah bilal untuk memberitahukan datangnya waktu shubuh.”

Aisyah melanjutkan, “Bilal berkata, ‘Ya Rasul Allah, kenapa engkau menangis padahal allah telah ampuni dosa-dosamu baik yang terdahulu maupun yang akan datang. ‘kata Rasulullah, ‘Aku menangis karena malam tadi Allah telah turunkan ayat, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berkal. ‘Kemudaian Nabi bersabda, ‘Celakalah orang yang membaca ayat ini namun tidak merenungkannya.”

Ada yang menjadi tanda tanya bagi kita sesudah membaca kisah ini. Jika Aisyah berkata, “Kana Kullu amrihi ‘ajaba. Ah, semua perilakunya mernakjubkan bagiku.”;

Apakah yang akan di ucapkan oleh wanita kita jika suaminya ditakdirkan meninggal lebih dulu. Kita juga tidak tahu apa yang akan di ucapkan oleh anak-anak kita tentang orangtuanya. Semuanya terpulang kepada kita. Apakah kita mau mencoba untuk menjadi bapak dan suami yang lebih menyejukkan hati meski harus gagal berkali-kali ataukah kita merasa telah cukup mulia dengan perhatian kita yang tak seberapa.

Jika kita masih merasa bahwa semuanya merupakan tanggung jawab istri tanpa ada bagian kita sebagai suami sediki pun, maka sekali waktu tengoklah istri kita yang terbaring penat karena tak ada waktu baginya untuk istirahat. Sesudahnya, ingatlah ketika Nabi kita berkata di saat-saat terakhir hidupnya, “ Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan kalian untuk selalu berbuat baik kepada mereka. “Setelah itu, tengoklah pula anak kita yang telah tertidur. Cobalah untuk mengusap-usap kepalanya, Keningnya dan tak lupa wajahnya. Sentuhlah dengan perasaan yang tulus. Dan lihatlah, Alangkah sedikit yang telah kita lakukan. Padahal kitalah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Kitalah yang akan ditanya di hari kiamat nanti.

Atau jangan-jangan kita telah lupa dengan itu semua?

By : Motivator Ideologis
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
-----------------------------------
Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
Cabang Tasikmalaya
054 0766 100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)
KCU. Kalimalang :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :

13 10010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

156.0003 296 409 Cab.Jatibening, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT:

0001.358.656 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

305.00116.15 Cab.Kalimalang, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 619 48 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :

0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :

65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :

01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :

001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556

Minggu, 12 Mei 2013

Rolex PALSU, Rumah Yatim

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Yusuf [12]:86)

Umar, seorang pegawai BUMN yang berlokasi di Kalimantan Timur tengah berada di Jakarta untuk keperluan dinas. Setelah menginap beberapa hari di sebuah hotel di Jakarta, rencananya siang itu ia hendak check-out dan menyelesaikan pembayaran bill hotel.

Bill hotel sudah di tangan Umar. Tertera di sana sejumlah angka yang harus dibayar. Seperti kalkulasinya, bill hotel tidak melebihi budget kantor yang ia pegang. Ia pun hendak mengeluarkan uang dari sakunya. Namun ia mundur beberapa langkah dari desk receptionist. Ia ambil posisi di sebuah kursi dalam lobby hotel yang lega. Ia mengeluarkan uang sebesar nilai yang tertera dalam bill tersebut. Satu juta empat ratus ribu rupiah ia keluarkan dari sakunya untuk membayar bill hotel. Belum lagi ia bangkit dari kursinya untuk membayarkan uang tersebut kepada petugas hotel, maka tiba-tiba ia dihampiri oleh seseorang yang tidak ia kenal.

Pria itu berparas menarik. Pakaiannya rapi dengan semua aksesoris yang meyakinkan. Dengan sedikit pembicaraan awal. pria itu dapat menawan Umar hingga ia tidak jadi berdiri dan membayarkan uang ke petugas hotel. Hanya beberapa menit obrolan di antara mereka berdua, pria itu menunjukkan sebuah jam ROLEX Oyster Perpetual berwarna emas kepada Umar. Pria itu meyakinkan Umar bahwa ia hendak menjual jam tersebut dengan harga murah. Awalnya Umar sadar bahwa ini adalah sebuah modus penipuan yang marak berlaku di Jakarta. Ia menampiknya. Namun aneh, entah pengaruh hipnotis atau apa tanpa ia sadari orang itu pergi. Kini jam Rolex berwarna emas sudah ada di tangan Umar. Ia kaget mendapatinya. Bahkan yang membuat ia lebih kaget lagi adalah saat ia sadari uang untuk bayar bill hotel sejumlah Rp. 1,4 juta sudah raib! Kini sadarlah Umar bahwa ia baru saja ditipu seseorang.

“Sial..., Bagaimana aku bisa bayar hotel!!!” keluh Umar.

Dalam kekalutan itu, Umar merasa malu kepada recepsionist hotel yang menunggu bayaran darinya. Sejurus kemudian Umar datang ke desk receptionist dan mengatakan bahwa ada barang yang ingin ia beli di mall dan ia titipkan luggage-nya di recepionist. Ia berjanji dalam beberapa saat akan kembali lagi.

Umar panik, ia tidak punya uang untuk bayar hotel. Dalam kepanikan itu, ia bergumam, “Allah, tolong bantu aku!”

Itulah yang dilakukan oleh Umar. Ia berpasrah diri kepada Allah. Dia sampaikan kegalauan dan kepanikannya. Maka tawakal kepada-Nya pada waktu sulit adalah penenang jiwa ketika panik. Pelita hati dalam kegelapan hidup. Berpeganglah terus pada tali-Nya. Sungguh beruntung mereka yang bersandar hanya kepada Allah Ash-Shamad.

Dipeganginya jam Rolex itu. Umar merasa yakin bahwa jam ini adalah palsu. Namun dugaan itu ia tepis. Ia ingin mencoba peruntungan untuk menawarkan jam tersebut ke toko-toko jam mewah yang berada di daerah Senen, Jakarta. Setidaknya ini adalah sebuah usaha, ikhtiar yang bisa membuat hidup lebih mudah dan menjadi sebab atas datangnya pertolongan Allah Swt.

Namun yang terjadi adalah seperti dugaan Umar semula. Setiap toko jam mewah yang ia datangi, semuanya berujar bahwa jam yang dibawa Umar adalah palsu!

4 toko sudah ia sambangi, namun usahanya belum menuai hasil. Umar bertambah panik. Dalam kekalutan itu lagi-lagi Umar terus berdoa kepada-Nya sambil berkata, “Allah, tolong aku!”

Umar lalu masuk ke Plaza Atrium Senen. Ia bertanya kepada seorang petugas security toko jam mewah di plaza ini. Setelah ditunjukkan, Umar pun bergegas ke sana. Umar merasakan di dalam dirinya bahwa di sana ada secercah harapan.

Sesampainya di toko yang dimaksud, Umar mendorong pintu kaca dan memberanikan diri bertanya kepada petugas toko yang ada, “Pak, saya mau menawarkan jam Rolex ini, apakah toko ini tertarik untuk beli?” ujar Umar.

Seorang pelayan toko tanpa meneliti terlebih dahulu jam yang dibawa Umar langsung berkomentar, “Wah Pak, itu mah Rolex palsu! Pasti Anda tertipu ya!” Lemas Umar mendengarnya. rupanya petugas toko jam itu sudah amat berpengalaman. Tanpa meneliti terlebih dahulu ia sungguh mengerti mana jam Rolex yang palsu dan orisinal.

Namun Umar pantang menyerah, ia datangi seorang petugas toko wanita yang ada di sana. Umar dapati petugas wanita ini tengah membuat surat kwitansi untuk pembelian sebuah jam tangan dari seorang warga asing Afrika. Umar mengulangi pertanyaannya kepada petugas toko wanita itu, “Mbak, saya mau menawarkan jam Rolex ini, apakah toko ini tertarik untuk membeli?” Jelas Umar.

Wanita yang sedang serius membuat kwitansi itu berujar tanpa menoleh, “Pak, jam itu palsu, kami gak main jam-jam palsu. Di sini semuanya orisinil!”

Mendengarnya Umar sedikit kecewa. Namun tiba-tiba warga Afrika yang tengah duduk di kursi tunggu dan menunggu surat kwitansi berdiri dan menghampiri Umar. Rupanya ia memerhatikan kedatangan Umar sejak awal. Warga Afrika itu lalu berkomentar dengan bahasa Inggris sekenanya, “Do you wanna sell this watch, brother?’ Umar menjawab ya.

OrangAfrika itu bertanya lagi dalam bahasa Inggris, “Berapa harga yang kau minta?” Umar kaget mendengarnya, seolah tak percaya Umar tak mampu menjawab secara spontan.

“Saudaraku, jam ini bagus. Saya sudah lama mencari jam Rolex model dan seri seperti ini. Saya mau beli berapa harga yang kamu mau?” tanya warga Afrika tersebut. Umar semakin tak percaya apa yang didengarnya. Umar kikuk menjelaskannya, sebab ia tahu bahwa jam ini bukan asli.

Namun yang lebih mengherankan lagi, pria itu mengenakan Rolex tersebut di tangannya lalu berkata kepada Umar, “See, it very suitable for me! (tuh lihatkan..., jam ini pantes bener di tanganku)!”


Karena Umar tidak merespon, warga Afrika itu mengambil tindakan. Tiba-tiba ia berkata kepada petugas toko wanita tadi untuk membatalkan transaksi dan ia meminta uangnya dikembalikan. Awalnya petugas wanita itu mengelak sambil mengatakan bahwa ia sudah kadung buat kwitansi dan ia bakal dimarahi oleh bosnya bila ketahuan membatalkan transaksi. Namun orang Afrika itu berkata, “Cepat kembalikan uangku. toh bos kamu gak ada di toko!”

Sebab desakan orang Afrika itu, wanita penjaga toko pun mengembalikan setumpuk uang dalam pecahan 50 ribuan kepada orang Afrika itu dengan wajah bersungut.

Orang Afrika itu menerima uangnya kembali. Dua lembar uang 50 ribuan ia berikan kepada wanita penjaga toko sebagai upah. Lalu pria ini mengajak Umar meninggalkan toko.

Jam tangan Rolex itu masih melingkar di pergelangan tangan orang Afrika. Bersamanya Umar masuk ke sebuah kantin. Mereka memesan minuman di sana dan pembicaraan pun dimulai. Orang Afrika itu masih terkagum-kagum dengan jam Rolex tersebut. Sekali lagi ia menanyakan Umar berapa harga yang diinginkan. Umar sungkan menjawabnya sebab tahu bahwa jam tersebut palsu.

Tak sabar menunggu jawaban Umar, pria itu mengeluarkan setumpuk uang 50 ribuan dari sakunya sambil berkata kepada Umar, “ini uang yang aku punya, kalau kamu mau terimalah dan aku ambil jam tangan ini!” Mendengar itu Umar bersyukur kepada Allah, sebab melihat tumpukan uang itu, Umar yakin setidaknya urusan bill hotel bisa terbayar.

Umar pun mengangguk tanda setuju. Setelah Umar menerima uang yang tidak diketahui jumlahnya itu, pria Afrika pun meninggalkan tempat tersebut karena ada urusan yang ingin dikerjakannya.

Kini Umar sendiri di meja kantin. Seolah tak percaya, ia pandangi tumpukan uang 50 ribuan tadi. Kini ia beranikan diri untuk menghitungnya. Maka terperanjat dia begitu mendapati bahwa tumpukan uang itu berjumlah 28 lembar, yang berarti Rp. 1,4 juta.

Allahu Akbar...! Umar meneteskan beberapa bulir air mata. Tersadar dia bahwa sungguh Allah mendengar pengaduannya. Kini ia tidak panik lagi. Ia bergegas menuju lobby hotel. Dan di sana, di desk receptionist Umar kini telah berdiri tegak dan tersenyum sambil berkata, “Mbak, saya mau ambil luggage saya dan bayar bill hotelnya!”

Tetaplah tersenyum di kala sempit. Percayalah, Allah Swt. tidak akan pergi meninggalkan kita. Jangan pernah takut saat hati resah. Kini, sampaikanlah gundah kita hanya kepada Allah! Sungguh Dia amat Mendengar keluh seorang hamba-Nya.

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan [keperluan] nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A’raf : 56).

BY : MOTIVATOR IDEOLOGIS
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
------------------------------------
Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
Cabang Tasikmalaya
054 0766 100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)
KCU. Kalimalang :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :

13 10010 47 1011 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

156.0003 296 409 Cab.Jatibening, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT:

0001.358.656 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia (Recomended)

305.00116.15 Cab.Kalimalang, atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank SYARIAH MANDIRI :
70 323 619 48 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank BNI :

0244 928 496 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

BNI Syari'ah :

65 235 181 41 Cab.Tasikmalaya, atas nama Rumah Yatim Indonesia

Bank BRI :

01000 1055 2255 02 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bank bjb :

001 777 8552 100 Cab.Tasikmalaya, atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556